PURPLE
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 9, 2018
Bian jatuh cinta pada Emil sejak cowok itu pertama kali pindah ke samping rumahnya. Tapi kenyataan absurd membuat Bian bertanya tanya, apa cintanya masih pantas di pertahankan? . . . . . . . . . . VALLERIA_ERI
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sergio | Haechan
  • Ketika Playboy Jatuh Cinta (TAMAT)
  • Love Letters [END]
  • Seraphine : A Light in Selene's Silence
  • Dari Mata yang lebih awal menatap
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Seindah Cinta Balerina
  • Paint of Love (Lukisan Cinta)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • New Universe : Transmigration

"Jen lariii" Gio menarik tangan Jeno mereka berlari tanpa arah bahkan Gio meninggalkan Motor sport nya di pinggir jalan. Mereka memasuki pemukiman warga dan terus berlari sesekali Gio menatap kebelakang memastikan orang-orang itu masih mengejar atau tidak. "Kejar mereka jangan sampe lolos" "Jen lo lari ke kerumunan warga yang di sana terus minta tolong gue bakal ngalihin mereka" ujar Gio mengatur napasnya "Lo gila tar lo kenapa-napa kita bareng aja" Jeno tak menyetujui saran dari Gio "Udah buruan, ohiya kalo gue kenapa-napa bilangin kalo gue yang ganteng ini sayang banget sama nyokap bokap gue terus bilangin juga gue sayang banget sama bang Anta. Lo pergi buruan" usir Gio, dan Jeno berlari secepat mungkin untuk meminta bantuan. "Sialan si Gio lagi genting begini masih aja becanda" gumam Jeno Pernah Peringkat #1 in mengikhlaskan #2 in pembohong # 12 in kenangan #33 in leehaechan

More details
WpActionLinkContent Guidelines