Trouvaille

Trouvaille

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 13, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Seharusnya Damar tidak menemukannya. Seharusnya mereka tidak saling mengenal. Karena seandainya Tuhan memberikan kesempatan, Damar ingin menemukannya lebih cepat dibanding keadaan. ○○○ Semuanya masih terlihat sama. Antara Damar dan dia. Serta antara si cantik dan kehidupannya. Tapi segalanya terasa berbeda. Yang tidak terlihat namun bisa dirasakan. Pelukannya tidak lagi hangat. Senyumnya tak lagi seindah langit terbit. Dan genggaman tangannya tidak seerat kemarin. Seperti pertanda agar bersiap untuk melepaskan.
All Rights Reserved
#2
jirayu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Cuaca
  • Stranger | Orine
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines