Hope Is You

Hope Is You

  • WpView
    LECTURES 197
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Chapitres 39
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., août 10, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Harapan itu angan, angan itu imajinasi dan imajinasi itu tak nyata." [Atika Nisfah Hasyim] "Jika aku bisa menjadi aladin dan mendapat keajaiban untuk mengajukan permohonan 1saja, aku akan meminta agar waktu bisa diputar kembali kemasa dimana aku harus memilih antara kamu dan orang tuaku" [Andi Hardian Altar] "Setiap manusia punya masa lalu, pahit, manis, asam, itulah kehidupan. Seseorang akan naik kelas setelah ujian begitu juga kehidupan. Untuk itu izinkan aku untuk menyembuhkan bahkan membuatmu lupa jika pernah merasakan sakit itu" [Faiz Ardhan Arthama] . . . . . . Assalamualaikum, Haihaaiii ini cerita perdana dari aku jadi kalo banyak typo atau kesalahan2 lainnya mohon maklum dan bimbingannya yaahhh. Selamat membaca, enjoy, semoga suka dan menghargai karya dengan memberikan taburan bintang disetiap part nya 😁😚😘
Tous Droits Réservés
#241
harapan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Lantas (END)
  • between love and edelweiss 2 [END]
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • She(r)
  • ALLAND
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Dimana bahagia itu? [Hiatus]
  • Maaf' (Revisi)

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu