Ungkapan Rasa

Ungkapan Rasa

  • WpView
    LECTURI 231
  • WpVote
    Voturi 21
  • WpPart
    Capitole 9
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare sâm, feb 23, 2019
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Aku menuliskan puisi tentangmu. Tentang dia, dan tentang orang-orang yang pernah singgah dalam hidupku. Sulit sekali mengucapkannya dalam kata-kata. Tapi, aku mengungkapkannya lewat ungkapan rasa. Rasa dihatiku yang selalu tertunda.
Toate drepturile rezervate
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Mahligai Sunyi
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • You are in my past and my future [END]
  • PHILOPHOBIA (END)
  • Sebuah Usaha Melupakan (Completed)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut