Lost before start

Lost before start

  • WpView
    Reads 868
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 31, 2017
Ketika semesta telah menghadirkan pertemuan, maka tanpa disadari semesta pun akan mengakhirinya dengan sebuah perpisahan, lantas siapakah yang pantas untuk dipersalahkan atas perpisahan ini? Aku? Kamu? Semesta? Keadaan? Atau justru keegoisan kita berdua? Maaf tuan, tidak seharusnya aku menyebutnya sebagai 'kita', Tidak sepatutnya seperti itu, kamu hanyalah anganku, angan yang tidak akan pernah bisa kucapai. Maaf jika aku terlambat, terlambat untuk mengutarakan perasaanku kepadamu. Aku harap kepergianmu tidak hanya meninggalkan luka saja, tetapi juga untuk menyadarkanku bahwa waktu akan lebih berharga jika kita mampu melaluinya bersama orang yang kita cintai.
All Rights Reserved
#367
lost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sementara - Berhenti di Titik Pilu [Selesai]
  • Behind After
  • Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah)
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • All The Small Thing
  • kau bukan rumah
  • " OUR DESTINY " ( SELESAI )
  • TRAUMA!
  • Bucin || Jikyu [END]

| Melintasi Lorong Waktu Yang Membawaku Berhenti Sejenak di Titik Pilu | "Tidak bisakah kau tinggal denganku sedikit lebih lama? Tidak bisakah kau kembali hidup bersamaku lagi di sini?" Aku sempat merasa hilang arah. Aku tidak tau harus menyalahkan siapa. Aku tidak tau siapa yang bertanggung jawab atas semua ini. Meski aku sadar, tidak ada yang patut untuk disalahkan. Jika mereka berkata kalau ini adalah bentuk dari hukum alam, Lalu apakah ini kesalahan semesta? Apakah semestalah yang merusak kebahagiaanku? Apakah semesta tidak menginginkanku bahagia jauh lebih lama lagi? Copyright© Dena Nelwise. 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines