Bulan Purnama ke-77✓

Bulan Purnama ke-77✓

  • WpView
    Reads 1,165
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 27, 2018
Di padang bunga dandelion itu, berdiri seorang gadis dengan gaun putih bagaikan ratu. Di belakangnya seorang pria perlahan melangkah. Sinar purnama menerpa wajahnya yang teduh. Angin semilir berhembus dengab membawa benih-benih dandelion. Membawanya kian menjauh. Beberapa orang telah melingkari sang gadis dan sang pria. Kilau cahaya tampak dari sepasang cincin yang dibawa sang pria. Melingkar dengan cantiknya pada jari manis sang gadis. Namun takdir tak berpihak. Sang gadis terjatuh, terkulai dalan pelukan orang yang telah mengikat janji dengannya. Darah mengalir di sela-sela bibirnya. Menodai putihnya gaun yang ia kenakan. Pria itu pun membawa tubuh sang gadis yang kian mendingin. Diletakkannya pada peti kaca berhias permata. Ia tak akan memberikan hatinya kepada orang lain. Ia memang telah lama kehilangan cinta dan kasih sayang.
All Rights Reserved
#295
iblis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In The Depth Of The Forest
  • DARIA
  • THE KING D. || END
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • The Miracle Of Crystals
  • Beyond The Darkness
  • Five knights Girl{complete}
  • World Between (#1 Sang Penghancur) (End)
  • My Queen from Southern Sea

Dia muncul di antara kabut senja, sosoknya bagai lukisan dengan rambut berwarna emas, berkilauan seperti benang perak yang menari di bawah cahaya rembulan. Kulit pucat lembut hampir transparan, dan matanya menyala samar, seolah mampu menenggelamkan jiwa ke dalam keheningan abadi. Di atas ranjang yang sunyi, tubuh kurus itu terbaring diam dengan napas lirih dan terputus-putus seperti lilin yang nyaris padam. Matanya menatap kosong langit-langit. Gadis pelukis duduk tak jauh darinya, kuas di tangan gemetar, mencoba menangkap cahaya terakhir yang masih bertahan di wajah anak laki-laki itu. Seberkas harapan yang tinggal sejenak sebelum waktu merebut sepenuhnya. "Alister Beckett.." Nama anak yang sedang sekarat menghitung sisa hari sampai malaikat maut datang menjemput. Rasa iba menyelinap ke dalam Gadis Pelukis saat ia menyaksikan derita, digiring perlahan menuju takdir yang kejam dan tragis. Ilustrasi gambar dari pinterest & AI (hanya sebagai ilustrasi saja) Semua ide & penulisan, semua pure dari penulis. Mohon supportnya ya readers☺️🙏 PEMULA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines