Kesaksian Bulan

Kesaksian Bulan

  • WpView
    Reads 1,570
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 9, 2017
Pemesanan bukunya via SMS / WA 0813 19 2222 57 Menghidu wangi dupa di taman gersang Kering ranting sepi tanpa dedaunan Tergambar jelas di pelataran hati Walau bulan hanya bersinar temaram Tak seperti biasa Angin laut datang menyapa Hantar sepucuk pesan dari dermaga Sebuah biduk menantiku di tepian palung Ragu langkah, bimbang menjadi tembang Setengah hatiku melayang dihimpit batu karang Saat sekawanan camar membisikkan rahasia Kau datang membawa biduk lain dari seberang Merepih sisa hati, tersapu hembusan bayu Arloji pasir berputar jernihkan pandanganku Menghapus siluet cinta yang pernah terukir indah Di bawah kesaksian bulan terucap sumpah Tak akan kaki ini kembali menapaki duri dusta Yang kau tanam di lorong masa lalu kehidupanku ... (Kesaksian Bulan oleh Dewi Maharani)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Memories in Moon
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Bulan
  • Kita Dan Bulan Februari [TERBIT]
  • Senyum Untuk Luka (End)
  • Sahabat Jadi Cinta (RiFy)
  • From Me in Somewhere
  • Because I'm Stupid (End)

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines