The Real Illusion

The Real Illusion

  • WpView
    LECTURAS 72
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadConcluida dom, nov 5, 2017
Yang terpenting dalam kehidupan adalah bagaimana cara kita menjalaninya bukan meratapinya. Apalagi saat kita mendengar cacian dari orang lain yang membuat hidup kita semakin terpuruk. Kita hanya punya dua tangan dan dua telinga. Memang dua tangan tidak cukup untuk menutup semua mulut orang yang mencaci, tetapi kita hanya perlu menutup kedua telinga kita untuk menghiraukan seperti apa cacian mereka.
Todos los derechos reservados
#3
myfirststory
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • life of Star Flower (Kalgukjju Au)
  • Not Me
  • The Second World [END] ✔
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • Dear Fenly || Un1ty
  • From The Eyes
  • A thing about her that I'll never know
  • Saranghae (Taekook) [Complete]
  • FF BaekHyun - Cold [✔]

#Kalgukjju Au Kegelapan.... kehampaan yang menenggelamkan jiwa jiwa manusia rapuh kedalam kekosongan yang membuatnya tersesat di jalan kehancuran Dari manakah munculnya lubang kegelapan itu pada hati seorang manusia..? Jawaban sederhana ialah titik celah kecil di hati mereka , dimunculkan oleh manusia lainnya ataupun dirinya sendiri Datang tanpa kau menyadarinya Perlahan belenggu itu mengikatmu tanpa rasa oleh aliran waktu " Aku tidak mengerti... Ibu... " Ucap sang anak patuh dengan keraguan karena ke lugu'an hatinya yang bersih Selalu berharap wanita itu akan tersenyum ataupun memiliki cahaya kehidupan di matanya " Suatu hari nanti.... , Bukan di sini kau harus menelusuri jejak di seluruh dunia ini untuk memahami maknanya entahlah itu cepat atau lambat... " Walaupun hanya satu kali saja.... Hanya apa yang orang lain sebut cinta dari sosok didepannya... " Tapi pertama kau memerlukan nama milikmu sendiri terlebih dahulu..." " Aster " di bawah taburan permata bintang di langit malam untuk pertama kalinya anak yang lugu tersebut merasakan tangan sang ibu di pipinya " bunga bintang yang memiliki jejak di seluruh hamparan kegelapan bumi seperti halnya bintang di cakrawala gelap " dan pertama kalinya pula ia melihat " Kau adalah Aster......" senyum dan cahaya kehidupan di wajah itu bersamaan dibawah cahaya bintang di kegelapan malam " Saya adalah Aster.... "

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido