GUARANTEED FINGERS (Telah Terbit 2020)

GUARANTEED FINGERS (Telah Terbit 2020)

  • WpView
    Reads 715
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing3h 6m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 28, 2021
Manis, berstatus Mahasiswi Teknik Semester 2 yang nggak hobi make up, rambut sebahu dengan hiasan poni sederhana dan style seadanya. Kegilaannya pada fiksi mengundang banyak celetukan menggelitik dari si kutu buku "Kalvin", teman angkatannya. Karena bagi Kalvin, tuntunan hidup hanya banyak ditemui di buku non fiksi. Di buku fiksi, kosong. Anehnya, ia juga tahu alasan mengapa Manis bersikukuh untuk jadi Mahasiswa Teknik sejak SMA. Gila. Seolah Manis baginya sedang membuat script hidupnya sendiri. Melego tanpa peduli alibi-alibi, yang pada akhirnya tak berujung runcing. Bagian kelam yang sering dia renungi, diam-diam menenggelamkan Kalvin. "Hidupku, senasib dengan labu yang merindukan tongkat sihir" - Manis. "Hidupmu terlalu didramatisir" - Kalvin. "Teruslah berjalan, temukan aku di muara alirmu" - XXX [PER CHORD AKAN DIUPLOAD SETIAP SELASA. HAPPY READING MY SWAG READERS]
All Rights Reserved
#258
mahasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana
  • HELLO, TETANGGA KOS! ✓ | TELAH TERBIT |
  • Buku Harian Orang Gila (Buharla)
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • MY AYDEN DARHWISH [C]
  • 3 Gadis Bunga (Revamp)
  • Sumandak Si Jejaka Russia
  • HIGH SCHOOL HEARTBEATS
  • TAKDIR DUA RAHSIA [OG]
  • Kisah Ku II HIATUS II

Di tanah Kawali yang berembun, lahirlah seorang putri yang ditakdirkan bukan untuk dirinya sendiri. Dyah Pitaloka Citraresmi, sekar Sunda dari istana Galuh, tumbuh di bawah kasih ibunda dan kebijaksanaan ayahandanya, Prabu Linggabuana. Ketika surat pinangan dari Majapahit datang, dunia berubah. Di balik nama besar Hayam Wuruk dan bayangan Gajah Mada, cinta berubah menjadi medan kehormatan. Dari Sungai Cikawali yang bening hingga tanah Bubat yang merah, langkah Pitaloka menjadi jembatan antara cinta dan martabat. Ia bukan sekadar putri-ia adalah nyanyian yang lahir dari air mata, doa, dan darah bangsanya. Nyanyian Sunyi Sang Sundayana adalah kisah tentang cinta yang patah sebelum sempat berbunga, tentang kehormatan yang dijaga sampai napas terakhir, dan tentang nyanyian abadi dari tanah Sunda yang tak pernah berhenti meratap sejak hari darah itu di Bubat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines