Nanti, jika di suatu hari aku tidak lagi bisa duduk di sampingmu seperti ini, menggenggam tanganmu seperti ini, percayalah hal sesederhana ini akan sangat aku rindukan, dan lagi, percayalah saat aku tidak juga kembali, jangan pernah menganggap bahwa aku sudah berhenti menperjuangkanmu, tetapi aku hanya butuh lebih banyak waktu untuk menuju ke tempatmu, dan kamu hanya perlu diam disana manungguku, itupun kalau kamu mau menungguku, aku tidak akan memaksamu tetap menungguku, itu hak kamu. Dan jika pada akhirnya aku benar-benar tidak bisa kembali, percayalah setiap menit kebersamaan kita akan selalu aku kenang di setiap hembusan nafasku. Tapi jangan anggap aku telah gagal menperjuangakanmu, tapi waktu memang belum berpihak pada kita.
Dan pada saat itu tiba kamu boleh pergi kemanapun kamu mau, jangan menungguku, itu akan berat. Dan dimanapun kamu, aku berjanji akan menemukanmu dan membawamu pergi bersamaku.
Aku mencintai dia tanpa alasan, lalu apa aku harus meninggalkan dia hanya dengan satu alasan ? _Christian
Aku akan selalu mencintaimu, dan tidak ada yang bisa menghalangi perasaanku padamu. Tapi tidak dengan tubuhku, maafkan aku. _Nadira
Ketika cinta sudah merengkuhmu, tidak ada alasan untuk tidak menaruh kepercayaan. Ketika cinta itu sudah menjadi senyawa bahagia dalam hidupmu, tidak ada alasan untuk tidak merancang segala harapan.
Namun, bagaimana jika cinta itu beralih menjadi kekuatan untuk menghancurkan kepercayaan serta harapan itu? Akankah engkau masih membiarkan rengkuhannya? Akankah cinta masih menjadi senyawa bahagia?
Tapi, bagaimana jika ternyata cinta yang menjelma menjadi monster itu hanya tersesat? Bagaimana jika cinta hanya keliru pada jalan takdirnya sendiri?
Dan saat kamu menyadari hal itu, disaat kamu menyadari bahwa cinta sebenarnya tidak berubah, semuanya sudah terlambat. Kamu dipermainkan oleh takdir cintamu sendiri. Dan hanya ada dua pilihan, bertahan sampai waktu itu tiba atau pergi dengan rasa tidak ikhlas karena sudah menyalahkan cinta.