Dua yang Satu [kumpulan cerpen]

Dua yang Satu [kumpulan cerpen]

  • WpView
    MGA BUMASA 609
  • WpVote
    Mga Boto 36
  • WpPart
    Mga Parte 32
WpMetadataReadKumpleto Thu, Oct 3, 2019
"Kemarin aku meramal sesuatu," ujar Diane, lagi-lagi memecah keheningan di antara mereka. "Kamu bisa meramal?" Clara mengerutkan kening. "Bisa, lah. Kemarin aku meramal kalau hari ini akan hujan lebat dengan angin yang sangat kencang, dan ternyata betulan!" Clara tertawa kecil. Ia meletakkan cup tehnya di ruang kosong di sebelahnya. "Aku juga bisa kalau mengaku-ngaku seperti itu." "Ih, nggak percaya," Diane merengut. Clara angkat bahu. "Oke, aku mau ramal sesuatu yang belum terjadi sekarang." "Apa, coba?" "Aku ramal kalau kita akan jadi sahabat di masa mendatang." ---- Akuratkah ramalan itu? Mungkinkah musuh menjadi teman dalam jangka waktu singkat dan begitu mendadak? Update seminggu sekali <3
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • KISAH
  • Daniel
  • Rules
  • My Three Brothers [Terbit]
  • Episode Dayan
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • #2 Only You (Complete)
  • Lovakarta
  • AndinArya

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman