Seharusnya Adara tahu kalau semesta tak akan sudi membiarkan bahagia singgah bahkan jika kebahagiaan terakhirnya adalah mati di bawah derasnya air hujan. Ia malah diberikan kesempatan untuk hidup kembali sebagai seorang gadis bangsawan yang akan dipenggal kepalanya esok hari. Sungguh lelucon konyol yang sangat ia benci. Adara sudah terbiasa dibenci. Sudah kesehariannya dimaki-maki. Ia sudah terlanjur mati rasa. Tapi, jika dipermainkan seperti ini untuk kesekian kali, memang manusia mana yang akan tahan?! Lepaskan kemanusiaan dan akal sehat yang tersisa. Ini saatnya kita hancurkan para manusia kurang ajar dan takdir memuakkan yang tertoreh untuknya. Sudikah kamu mengikuti kisahnya?
Más detalles