The Magical School [Hiatus]

The Magical School [Hiatus]

  • WpView
    Reads 320
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 3, 2018
[highest rank 22 #on MagicalScholl] [Fantasy X Romance] Srienfiz Andelice Crogitfall seorang gadis SMA biasa yang menjalani hari-harinya seperti biasa dengan beban yang selalu ia pikul sendirian, tak ada sosok teman bahkan keluarga baginya, kesendirian sudah menjadi temannya. Pada suatu hari saat dia berjalan pulang kerumahnya, saat ia melewati daerah gang sepi seekor kucing berwana putih bersih dengan dua sayap kecil di punggungnya menghampiri Srien, dengan bingung ia berjongkok dan kemudian mengangkat kucing itu ke dalam pangkuannya lalu dengan secara ajaib kucing itu berbicara. "Sudah lama aku menantikan kehadiranmu Srien, datanglah dan selamatkan kami" Cahaya putih mulai memenuhi tubuh Srien membuatnya memekik kaget namun, alam sadarnya merenggut kesadarannya. "Takdirnya dimulai dari sini!." Copyraight by -Tiaraap Rillised January 20 2018
All Rights Reserved
#518
academy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Putih & Abu-abu
  • FS1- Fantastic Magic [ TERBIT ]
  • Sororis Zone (Zeedel)
  • Magic In Love [END]
  • The Savior of the Magic World "Crystal Academy" (END) [SDH PERNAH TERBIT]
  • Kimberly Academy
  • Claretta [END]
  • The Book Of Fantasy : Snow & Prince [SEGERA TERBIT]
  • The Consort ✔

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

More details
WpActionLinkContent Guidelines