We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Memorie Love

Memorie Love

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 28, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Tolong jangan kembali lagi , Kamu hanya setitik nila yang merusak selembar kain sutra yang berharga " ~Bryony Leanna Bluesky~ "Mata yang sangat indah , Tapi saat menatapku sinar keindahannya meredup " ~Higuan miliano Wybert~ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Menulis adalah suatu pengalihan emosi jiwa, menuangkan dalam bentuk tulisan dalam rangkaian kata-kata . Maaf jika ada kesamaan Nama Tokoh , Setting , Latar Belakang ,dan Kalimat yang tidak disengaja . Ini murni pemikiran saya sendiri yang suka mengkhayal didunia mimpi dan masih abal-abal dalam menulis , Keberanian menulis ini dikarnakan otak yang terasa penuh . Story by:novilay 24 Oktober 2017 © Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang
All Rights Reserved
#3
memorie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • AFKARA [END]
  • Remang : Antara Cahaya dan Bayangan
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • [End] Behind The Color
  • Ranting Kering  (END)
  • [END] When the Stars are Tired
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines