Vonis Kematian

Vonis Kematian

  • WpView
    Membaca 425
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 27, 2014
Tidak akan ada satu pun yang dapat mengerti apa yang aku rasakan sekarang ini. Bagiku dunia ini telah mati bersama dia yang telah pergi. Bagiku yang ada di sekelilingku hanyalah kekosongan yang tidak memiliki tepi. Apa yang aku rasa sekarang ini tidak akan pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sakit, sedih, kehilangan, dan semua kata-kata ratapan lainnya pun tidak akan mampu menjelaskan apa yang aku rasakan. Sekali lagi, duniaku telah mati. Bahkan mungkin aku sendiri telah mati. Aku yang sekarang tidak lebih dari seonggok daging yang hanya dapat berjalan dan bernama. Tidak lebih. - Pauli Sebegitu dalamnyakah luka yang kau rasakan hingga kau menutup matamu dari semua yang ada di sekelilingmu? Sebegitu berdosanyakah kami sehingga tidak ada lagi celah maaf dalam hatimu untukku, untuk kami yang telah melakukan kebodohan di masa lalu. -Nel -Permainan akan berlanjut kembali, karena vonis masih belum berakhir. Keadilan akan tetap berdiri tanpa peduli siapa dan tanpa tetapi. Semua akan menerima buah tangannya.- *ini cerita pertama aku disini. mohon kritik dan sarannya ya :)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jejak Waktu [Complete]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Cinta Anak SMA
  • Only You [Slow Update]
  • Dibalik Tawa
  • I Promise You But Not
  • Memorable
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • With You 나는 행복하다
  • Memories in Moon

Halo guys.. I'm back dengan cerita baru, setelah cerita pertamaku yang gagal.. Semoga kalian suka yah sama cerita kali ini❤️❤️ So kalau alurnya kurang bagus tolong maklumi authornya yah, kalau ada kritik dan saran boleh langsung comment aja.. 😊😘😘 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jejak waktu.. Waktu ku berjalan cepat, Menyisahkan memori yang mengakar penat. Meski ragaku berteriak memberontak, Namun, tidak dengan jiwaku. Tersenyum ia bersama mega yang merona, tatkala bintang berpijar turun ke perpaduan. Perjalanan ku mungkin sulit dan rumit hingga meninggalkan jejak waktu disetiap nafasku. Kenangan, waktu terakhir ku seindah perjalanan ku.. Ini adalah kenangan Indah yang takkan terlupakan, hanya akan membekas dalam ingatan. _________________________________________________________________________________________________________ PS : ⚠️Cerita ini hanyalah sebuah fiksi belakang yang terlahir murni dari sebuah kegabutan author, semua latar yang ada dalam cerita ini hanyalah sebuah haluan semata dan cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung para pembaca, jika ada kata-kata yang tidak menyenangkan mohon maafkanlah author.. Yang penasaran bisa langsung baca.. Tolong hargai dan jangan lupa kasih suport author terus, agar bisa semangat UP ceritanya, dengan cara vote kalo kalian suka dengan ceritanya, coment kalo kalian pengen kasih saran atau apapun itu, dan share kalo kalian berpikir cerita ini wajib dibaca teman-teman kalian.. Enjoy!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan