Story cover for Bubble Gum by ynsryn07
Bubble Gum
  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado oct 25, 2017
Langit mendung disertai tetesan air hujan yang perlahan jatuh membasahi jendela kamarku, menemani diriku yang asik dalam lamunan masa lalu. Tanpa kusadari tetes demi tetes air mata kesedihanku jatuh membasahi pipi. Aku yang sedang merindukan kenangan-kenangan indah bersama seseorang yang spesial dalam hidupku. Aku yang menginginkan semua kenangan itu kembali. Aku yang tidak siap untuk kehilangan dia dan akan selalu tidak siap.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir Bubble Gum a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
If we can together de lubiksgarapan
7 partes Continúa
ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan
Quizás también te guste
Slide 1 of 7
If we can together cover
Something You Gave To Me cover
Sister or More cover
MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI] cover
Rainy Day (complete) cover
Saat Dunia Fana Berskenario cover
HUJAN BERCERITA  [ SELESAI ✔️] cover

If we can together

7 partes Continúa

ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan