Story cover for NADIN by coretkertas
NADIN
  • WpView
    Leituras 1,834
  • WpVote
    Votos 210
  • WpPart
    Capítulos 14
  • WpView
    Leituras 1,834
  • WpVote
    Votos 210
  • WpPart
    Capítulos 14
Em andamento, Primeira publicação em out 25, 2017
Nadin tau, dirinya bukan siapa-siapa di sekolah. Walaupun hanya siswa biasa, tidak wajar ia di perlakukan seperti itu.

Peduli. Itulah kata yang ditunjukkan oleh Arkan, senior yang gantengnya minta ampun. Berawal dari cuman bantuan yang di berikannya, malah menjadi penyebab ia suka pada Nadin.
                             
"Lo mau ngak jadi yang pertama di hati gue?"
"Iya"  

{NADIN}
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar NADIN à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#137arkan
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Nadi Membenci Hati  cover
Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn cover
NAUSY cover
Arsyilazka cover
Kita Di Antara Waktu cover
RAJAWALI cover
Dear, Kakak Kelas cover
B N B (Tamat) cover
DRABIA [END] cover
Daniel Owns Me cover

Nadi Membenci Hati

40 capítulos Em andamento

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?