Orbit Kepada Hujan

Orbit Kepada Hujan

  • WpView
    Reads 5,959
  • WpVote
    Votes 671
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2020
#57-sastra(11/05/18) Melalui aksara, ingin kusampaikan manuskrip hati yang sempat tertahan. Berharap pesan yang tersurat maupun yang masih berwujud kabut dapat mendarat di gang-gang kecil kehidupanmu. Entah melewati jalanan yang dibasahi rintik awan atau membelah kebun-kebun bunga di polosok sana. Di sini, kutaruh segala macam coretan seperti puisi hingga motivasi kecil bagi kita. Kuserat agar kalian bisa memaknai setiap ruang-ruang gelap berpintu tua. Semoga bermanfaat. *Kalo mau repost, sertakan sumber ya! Di ig bisa tag akunku @dhit_27_ Mohon bantuan dan dukungannya. pict from pinterest
All Rights Reserved
#720
sastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Story of palestine 2
  • Lembut Seperti Doa
  • Seventeen
  • Message From الله
  • Madah Qolbu❣️
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Denyar #1🌌
  • Aksara Tak Bertuan
  • Renjana

Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kamipun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi 'Allahu Akbar!' dan 'Bebaskan Palestina!' Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara, membangkangit resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum'at sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu dengan kukuh kita bacalah 'laquwwatta illa bi-Llah!' Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu Serasa terdengar di telingaku. #episode 2 #palestine

More details
WpActionLinkContent Guidelines