Orbit Kepada Hujan

Orbit Kepada Hujan

  • WpView
    Membaca 5,959
  • WpVote
    Vote 671
  • WpPart
    Bab 26
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 5, 2020
WpInfo
Puisi
#57-sastra(11/05/18) Melalui aksara, ingin kusampaikan manuskrip hati yang sempat tertahan. Berharap pesan yang tersurat maupun yang masih berwujud kabut dapat mendarat di gang-gang kecil kehidupanmu. Entah melewati jalanan yang dibasahi rintik awan atau membelah kebun-kebun bunga di polosok sana. Di sini, kutaruh segala macam coretan seperti puisi hingga motivasi kecil bagi kita. Kuserat agar kalian bisa memaknai setiap ruang-ruang gelap berpintu tua. Semoga bermanfaat. *Kalo mau repost, sertakan sumber ya! Di ig bisa tag akunku @dhit_27_ Mohon bantuan dan dukungannya. pict from pinterest
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#778
sastra
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • From Me in Somewhere
  • Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Sejauh Januari-Desember// Na Jaemin
  • Sajak Sang Pemimpi
  • Menanti dalam istiqomah
  • TAK SEINDAH JINGGA
  • Story of palestine 2
  • Enigma Auriga [END]
  • alunan diksi (sudah Terbit)

[SELESAI] Semoga, puisi dan suratku mampu mewakili cinta yang telah hadir sejak lama. Aku mencintaimu karena kamu bintangku, tapi kamu kembali sebagai langit. -Prilly Maharani Almahyra. Cinta yang baru dan semu. Bulan memang tak selamanya bersama bintang, bulan selalu bersama langit di setiap malam. Tapi bulan memilih pergi bersama bintang dan membangun persahabatan lama, meninggalkan langit yang sudah terlanjur mencintai bulan sepenuh malam. Memang cukup sulit, tapi ini sudah menjadi skenario Tuhan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan