Peka
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Oct 26, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue boleh kan nyandar di bahu lo? gue ngantuk" ucap Niara mulai memiringkan kepalanya dan.. BUK! kepala nya terjatuh di kursi milik Ardan. "G-gue pengen kesana dulu" "Ardan! Dan!! Ardan!" itu terakhir kalinya Niara berbicara dengan Ardan. Ardan adalah sahabatnya sejak SD. Mereka bersahabat karena orang tua mereka berteman. tapi, aneh. Saat Niara mulai menyukai Ardan, Ardan malah tidak terima. Bisa dilihat dengan tingkah Ardan yang sudah berubah. Ardan sudah cukup menjauhi Niara. Tapi, tidak dengan Niara, Niara akan terus berusaha.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • ARDILA & DINAR
  • Bukti [COMPLETED]
  • Behind Bullying [END]
  • STARK ✓
  • ALFIREN
  • Untung Sayang
  • savira
  • Sweet of Love [End]
  • VIRTUAL, Isn't it? {COMPLETED}

Jilan Agatha. Sifatnya susah diatur dan tak mau diatur, berbanding terbalik dengan kembarannya. Jilan panggilannya, kelakuannya jauh dari kategori 'baik.' Pulang malam sudah menjadi rutinitas rutin dalam hidupnya. Mempunyai saudari kembar yang tak selurus membuat Jilan mati rasa! Jinan Agatha, itu adalah kembarannya. Jilan menolak keras untuk mempunyai baju couple bersama Jinan. Bagaimana tidak, baju yang mereka gunakan sedari kecil sama semua yang membedakan hanya warna dari baju tersebut. Ralat, bukan hanya baju saja, tetapi semua barang-barang yang melekat di tubuh mereka selalu sama. Axel Marchelino. Cowok itu berhasil membuat Jilan dan Jinan berada pada fase cinta segitiga. Mencintai cowok yang sama adalah bagian awal dari kisah cinta remaja mereka. Dimulai dari rasa cinta hingga pengorbanan yang tak terhitung mengalir begitu saja. Merelakan rasa sakit demi melihat orang yang di cintai bahagia. Apalagi Jinan yang belum pernah merasakan cinta masa remaja. Seperti air, semuanya mengalir begitu saja. Pengorbanan, rasa sakit, sayang dan kebahagian telah dilalui. Hingga akhirnya salah satu mengalah demi kebahagiaan yang sang kembaran. -Ketika aku mencintaimu dengan tulus, namun dia mengatakan lebih mencintaimu dari apapun. Aku ikhlaskan, untukmu, aku rela- SELAMAT MEMBACA❤ **** WARNING: BANYAK KATA-KATA KASAR DALAM CERITA! #3 in teenfiction #6 in fiksiremaja

More details
WpActionLinkContent Guidelines