Ikhwan Mualaf

Ikhwan Mualaf

  • WpView
    Reads 37,935
  • WpVote
    Votes 1,842
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 25, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Keberanianmu, menantang keimananku. Pengorbananmu, meluluh lantakkan hatiku. Cinta sucimu, melembutkan sanubariku. Syahadatmu, menggetarkan qolbuku. Wahai Sang Mualaf. Aku tak tahu, kenapa aku menerimamu. Kau begitu berani menemuiku, meski kau bukan seorang muslim. Kau begitu yakin, jika aku akan menerimamu. Dan kau begitu yakin, apapun akan kau siapkan untuk mendapatkan hatiku. Satu hal yang kumau dari dirimu. Syahadatmu.
All Rights Reserved
#6
mahabbah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [✓] HAZA || END
  • Menggenggam Hijrah
  • Imam untuk Gladysa✓
  • TAKDIR YANG TAK TERDUGA [TERBIT]
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • pacaran islami?? (Complete)
  • Find Me !
  • Ta'aruf cinta surah Al-kahfi
  • Hijrahku Menuju Halalku

SEBELUM BACA UTAMAKAN FOLLOW! SUDAH ENDING 🎀 ROMANSA ISLAMIC🎀 🎀CINTA DALAM DIAM🎀 JODOHKU TEMAN SEKOLAHKU "Ra, aku janji suatu saat nanti aku akan melamar mu dan menikahi mu!" ucapnya. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Zayyan berkata seperti itu? Aneh saja menurutku. Atau memang cintaku padanya tak bertepuk sebelah tangan. "Zay, jangan pernah mengumbar janji sebab kita tidak tau takdir akan mempertemukan kita atau tidak" ••• Haura mengenakan gaun putih yang menjuntai ke lantai, serta jilbab putih menutup dada dan juga cadar putih dengan manik-manik yang indah tak lupa mahkota yang lumayan besar itu bertengger indah di atas kepala. Sungguh anggun dan rupawan Haura saat ini. Disisi lain lebih tepatnya diruang tengah Zayyan sudah berjabat tangan dengan ayah Haura untuk mengucapkan kalimat qobul. Zayyan sudah menyiapkan mentalnya sejak semalam. "Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau Razeidan Al-Zayyan bin Rahman Ar-Rasyid dengan putriku Haura Huzaifah binti Muhammad Assegaf. Dengan mas kawin satu unit rumah, set perhiasan dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" "Qobiltu nikahaha watazwijaha alal mahril madzkuur haalan!" Ucap Zayyan dengan satu helaan nafas. Saat itu juga Haura turun dari lantai atas bersama Naura dan Layla. Tak bisa dipungkiri bahwa hari ini hari yang sangat bahagia untuk Haura, bahwasanya cintanya tak bertepuk sebelah tangan. *** Yukk baca kisah perjuangan cinta mereka >> Note: Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tokoh dan beberapa hal yang terkait dalam cerita ini. Atas izin Allah ini semua murni dari pikiran aku:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines