Immortal Destiny

Immortal Destiny

  • WpView
    Reads 1,471,682
  • WpVote
    Votes 292,398
  • WpPart
    Parts 111
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 28, 2022
Rating 21+ Takdir? Aku yang akan menentukannya sendiri. Ketika tidak ada lagi manusia Tidak ada lagi iblis dan dewa Tidak ada lagi langit dan bumi Tidak ada lagi alam semesta Aku akan tetap ada, akulah keabadian. --- Jadwal Rilis : 1 Chapter Setiap hari minggu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • RADEV [COMPLETED✔️]
  • Moonlight [ REVISI ]
  • Starlight [ complete ]
  • THE BROKEN CONCORD
  • [✔︎] Destiny Elusive
  • If You ✔️
  • My Handsome Alpha
  • Aku's Journal : Town
  • ADLINA [Tahap Revisi]
  • (COMPLETED)
  • Almost There
  • Strength A Girl
  • 𝐃𝐄𝐀𝐓𝐇 𝐋𝐔𝐑𝐊𝐒
  • Unmated Wolf ( End )
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • NOCEUR: LIGHTS

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines