Queen Ice Esdeath [Hiatus]

Queen Ice Esdeath [Hiatus]

  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 14, 2018
Candy Goveldar, itulah namaku. Karena mamaku ada masalah dengan pekerjaannya terpaksa aku harus pindah ke SMA Fantamaria. Seorang mengatakan bahwa aku adalah ratu dari negara Esdeath. Padahal aku baru saja masuk ke sekolah Fantamaria ngak sampe 1 bulan. "Apa yang kamu bilang sih ? Sejak kapan pula aku jadi ratu Esdeath ?" bentak Candy pada Angel. "Ini merupakan kenyataan loh." "Tapi aku masih belum percaya akan hal ini." "Ngak papa tenang aja. Nanti bakal ada yang menjelaskan pada kamu..." bisik seseorang di samping telinga Candy. Sebelum Candy membalikkan kepalanya orangnya pun hilang. Covered by : @ShagaSilverish ~~~~~~~~~~~~~ Penasaran ngak dengan cerita lanjutannya ? Ayo ikuti cerita ini !!😉 Please VOTE, VOTE, and VOTE #thx NO PLAGIAT!!!!!👊👊👊 By: Princess Margarett @27oktober2017
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Reborn; I Became a Child
  • Galaxyca Academy (End) ✓
  • [BL] I LOVE THE KING DEVIL (Buku 1)
  • Impossible
  • The Saintess Ran Away | Sang Saintess Melarikan Diri
  • KANARA [COMPLETED]
  • Once Upon a Dream

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines