Alpha Logic

Alpha Logic

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2017
[Bukan Cerita] Anggaplah Multiverse (Parallel World) memang ada. Berpikirlah di sana ada dunia yang sama dengan dunia kita. Sebutlah itu dunia Alpha. Dunia yang berjalan satu jalur, punya hal serupa, dan semesta dengan sistem yang sama. Namun percayalah! Kalian harus melupakan sebagian logika mengikat yang kalian ketahui dan anut untuk masuk ke sana. Dunia itu--meski sama--memiliki alur yang agak berbeda. Bebaskan imajinasi dan fantasi, karena semua bisa saja terjadi. Di sini akan dibahas segala tentang Alpha World. (Kenapa Dibahas?) karena di dunia inilah semua ceritaku hidup. Mereka semua di sana. Berlaku seperti kita, makan, shopping, bahkan sebagian menulis cerita tentang dunia kita (dan mungkin menamainya dengan Alpha World juga). "Anggap saja semua teori di sini benar adanya. Anggap saja kalian percaya semua hal di sini. Terlepas dari sini, kalian bebas percaya atau tidak."
All Rights Reserved
#83
comingsoon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Glitch
  • New Me : 0,1
  • [S1] Parallel Lies
  • Kisah Akala
  • CATATAN HARIANKU
  • Switch Parallel
  • Enigma : Obsession [ON GOING, SLOW UPDATE]
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • Project : NOIR
Glitch

Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines