RICHANIA

RICHANIA

  • WpView
    LETTURE 107
  • WpVote
    Voti 22
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, ott 28, 2017
Cania Angelina seorang gadis pendiam yang suka menulis catatan di Memo. Tidak tahu kepada siapa ia harus bercerita, ya, jadi ia bercerita di 'memo' nya. Dan pada saat ini, ia memiliki rasa kagum pada seorang cowok di sekolah sekaligus teman sekelasnya. Siapa dia? yang pasti cowok keren dan terkenal ketampanannya. Mungkin orang berbicara: "Tidak tahu diri." Cania menyadari bahwa dirinya tidak terkenal, dan ia tidak menginginkan perasaan 'suka' ini pada 'dia'. Seorang cowok yang keren, tampan, dan pintar.
Tutti i diritti riservati
#19
memo
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Untuk yang Tak Pernah Jadi Kita
  • EVERYTHING HAS CHANGE
  • Tuhan Izinkan Aku Mencintainya
  • ZHAIN GROUP BOYS (ON GOING)
  • RUANG RINDU

Caca, seorang gadis yang terbiasa menyimpan perasaan sendiri, punya satu rahasia yang tak pernah bisa ia ungkapkan. Selama empat tahun, ia diam-diam menyukai kakak kelas nya yang sempurna Rayhan Pratama. Mereka tak pernah benar-benar dekat, hanya saling menyapa sesekali, namun entah mengapa Caca selalu merasa ada ikatan yang sulit dijelaskan. Hingga suatu malam, setelah bertahun-tahun menunggu tanpa suara, mereka saling berbagi cerita lewat panggilan video. Kata-kata semangat dan tawa mereka seperti menyentuh hati, meski jarak dan waktu seakan tak pernah benar-benar bisa membuat mereka menjadi "kita." Ini bukan cerita tentang cinta yang menemukan tempatnya, tapi tentang keberanian untuk melepaskan perasaan yang tak pernah dimiliki. Sebuah perjalanan dari penantian yang penuh harapan, hingga akhirnya bisa mengikhlaskan yang tak pernah menjadi milik kita.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti