DI UJUNG PENANTIAN

DI UJUNG PENANTIAN

  • WpView
    Reads 2,309
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Dec 18, 2017
Di Ujung Penantian adalah cerita antara dua ego manusia. Dan pada akhirnya semua tak akan paham bagaimana kisah akan ini akan berhenti bermuara. Bahagia tak pernah bisa ditafsirkan dan kesedihan adalah barang semu. Begitu juga dengan salah satu watak di dalam cerita ini yang selalu gagal memahami keadaan. Antara meninggalkan atau terus saja berkubang dengan semua rasa yang ku anggap semu ini. Ketahuilah dengan senyum manis dan mata indah itu, semesta ini seakan telah runtuh. Terima kasih untuk semuanya. Aku berungkali di buat luluh olehmu. Kemudian Patah. Aku percaya setiap ada perjumpaan pasti ada isak perpisahan, disetiap merelakan pasti ada jiwa besar yang sedang di uji untuk mengikhlaskan semuanya. Terima kasih untuk mu si mata indah dengan senyum manis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • MEMORI [COMPLETED]☑️
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Sayap-Sayap Patah #2  (Cinta Segi Lima 18+)
  • Tangled Hearts
  • Felicia> Januari With You
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Fajar matahari dan senja.
  • The Red Thread [END]

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines