RASA ADINDA PADA BUNDA

RASA ADINDA PADA BUNDA

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 29, 2017
rasanya suhu mata pada hati telah meleleh karna ia terlalu lelah untuk mananti, aku sampaikan pada pena karna ia yg slalu mengerti kala aku berkelana, senjaku tetap menjadi senja dalam ucapan sebait puisi yang mengalun beriringan di setiap ruangnya, aku bertanya pada cermin, apa aku benar memendam rindu pada senjaku? mataku bisa berbinar seiring aku melangkah, sedang apa aku ini? meninggal jejak pada senja yang sedang melambai, Waktu berputar pada udara yang terhembus, sejak aku melangkah sajakku terhitung untuk tersusun agar ia tak tertiup hingga terapung, sedang apa aku ini? bahkan udara menarikku untuk tak berfikir tentang diriku, bunda mengapa hanya melambai pada adinda? tak ada lagi syairan cinta yang mampu aku gandakan karna sedikit saja senyum dalam wajah bunda lebih dari syairan cinta, senjaku bundaku yang kadang letih namun tetap putih hingga rela menahan gelombang perih tanpa mengundang rasa pamrih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KHALISA🖤
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • My Destiny
  • From The Eyes
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • PUISI UNTUK BUNDA
  • DEARWA [END]
  • SasuHina - Love Story

⚠️ BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA YAH KAWAN-KAWAN⚠️ ⭐JANGAN LUPA VOTES⭐ ⭐JANGAN MENJADI PEMBACA GELAP⭐ Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Hello Everybody Selamat datang di cerita pertama saya dan pengalaman pertama saya menulis sebuah cerita Jadi mohon maaf jika ada kesalahan Karena manusia tidak luput dari kesalahan :) . . . "Guss...." Ucap Khalisa dengan mata berkaca-kaca siap untuk jatuh "Apa tidak ada sedikitpun rasa cinta untukku yang sudah mencintai gus selama 2 tahun ini" Lanjut Khalisa dengan air mata yang hampir jatuh Semua orang diruangan terdiam mendengar perkataan khalisa "Tidakk, Lillahi Ta'ala saya tidak pernah menaruh hati kepadamu Khalisa" Ucap Gus Hanan dengan tangan mengepal kuat "Aku mencintaimu Gus" Ucap Khalisa yang tidak dapat membendung air matanya yang terjatuh di pipi cantiknya "Menjauhlah Khalisa, Karena saya telah menemukan tulang rusuk saya dan itu bukan kamu" Ucap Gus Hanan dengan tenang "Tapi Semua perlakuan Gus Hanan kepada ica selama ini? Apa Gus tidak berpikir telah membuat ica menaruh hati pada gus?, Kenapa? Kenapa Gus Hanan memberi ica harapan seolah-olah gus menyukai ica selama ini! kenapaa?" Teriak Khalisa sambil menangis tersedu-sedu "Hapus rasa cintamu kepada saya, karena saya akan menikah beberapa hari kedepan! Tidak kah kau malu mengutarakan cintamu di depan calon istriku!" Seru Gus Hanan dengan tegas . . . Bagaimana Perasaan Khalisa, Akankah Khalisa Bertahan atau Melupakan dan Menerimanya Dengan Lapang Dada? Bagaimana Kisahnya? Yukk Simak Bersama-sama 🤗 Fyi : Cerita ini saya angkat atas dasar pemikiran saya dan saya tidak mengcopy atau menyalin cerita orang lain, ini murni pemikiran saya sendiri Terima Kasih🤗❤️‍🔥

More details
WpActionLinkContent Guidelines