RASA ADINDA PADA BUNDA

RASA ADINDA PADA BUNDA

  • WpView
    Leituras 4
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, out 29, 2017
rasanya suhu mata pada hati telah meleleh karna ia terlalu lelah untuk mananti, aku sampaikan pada pena karna ia yg slalu mengerti kala aku berkelana, senjaku tetap menjadi senja dalam ucapan sebait puisi yang mengalun beriringan di setiap ruangnya, aku bertanya pada cermin, apa aku benar memendam rindu pada senjaku? mataku bisa berbinar seiring aku melangkah, sedang apa aku ini? meninggal jejak pada senja yang sedang melambai, Waktu berputar pada udara yang terhembus, sejak aku melangkah sajakku terhitung untuk tersusun agar ia tak tertiup hingga terapung, sedang apa aku ini? bahkan udara menarikku untuk tak berfikir tentang diriku, bunda mengapa hanya melambai pada adinda? tak ada lagi syairan cinta yang mampu aku gandakan karna sedikit saja senyum dalam wajah bunda lebih dari syairan cinta, senjaku bundaku yang kadang letih namun tetap putih hingga rela menahan gelombang perih tanpa mengundang rasa pamrih.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • My Destiny
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • After My Prayed
  • Senja Yang Tak Kembali
  • My Quuen is Bad Gril
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • From The Eyes
  • Bianglala
  • DEARWA [END]

Kalau tahu akan jadi seperti ini jadinya, kenapa aku tidak mulai dari awal cerita dalam diam ku? Rasanya menyenangkan hanya bicara dengan hati. Tidak perlu mendengarkan yang lain bicara, cukup dengarkan hati ku. Ku rasa senja juga melakukan yang sama seperti ku. Tanpa perlu memperdulikan cicit burung dan suara binatang-binatang lain. Dia tetap menarik matahari ke arah barat. Tanpa perlu mengindahkan permintaan manusia yang meminta cahaya indahnya agar jangan cepat pergi, tapi dia tetap bergelung untuk mengubah langit jingga menjadi hitam. Ah, mengapa tak ku lakukan sejak dulu?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo