Act of Destiny

Act of Destiny

  • WpView
    LECTURES 79,867
  • WpVote
    Votes 8,499
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., juin 4, 2020
"Kata Eyang Putri, kalo udah gede nanti kamu jadi suami Nia." Gue mengangguk lagi. Nyonya Bayutama juga gue denger membicarakan hal yang serupa dengan Eyang gue. Seharusnya, ketika kita umur sepuluh tahun, dan ada orang yang memastikan dengan siapa nanti kita menikah, gue harusnya nangis, kabur, apalah aksi heroik lain untuk menyelamatkan diri gue. Tapi waktu denger tentang rencana ini, gue saat itu cuma... oke. Mungkin ini bukan ide buruk. Mungkin gue bisa kabur-kaburannya ntar dulu, setelah gue kenal sama siapa yang akan menjadi istri gue di masa depan. Atau mungkin, takdir memang bisa ditentuin sama orang-orang tua di kehidupan kami. Jadi gue cuma perlu melanjutkan apapun itu yang udah mereka pastikan. I just need to do an act of destiny. Jadi gue membalas kalimatnya dengan bertanya tak acuh. "Terus kenapa?" - Intersection's Spin-off -
Tous Droits Réservés
#42
fate
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dosen Killer | END✔
  • Bukan Salah Karma [Terbit]
  • Trial & Error
  • sraddah (on going)
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Unplanned marriage
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Prenuptial Agreement

[Buat yang suka cerita dengan konflik ringan, silahkan mampir.] Cinta, merupakan satu hal asing di kehidupan Rosianna Ayudisa. Ia tidak ingin pusing untuk memikirkan masalah percintaan yang menurutnya sangat rumit, bukan berarti ia tidak memiliki keinginan untuk menjalin sebuah komitmen. Sebagian besar orang pasti memiliki keinginan berkomitmen dengan pasangannya dalam ikatan pernikahan, begitu juga Anna. Tapi itu belum ada di pikiran Anna sekarang, mungkin nanti kalau ia sudah sukses dan bisa membanggakan orangtuanya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah kuliahnya dan menikmati masa remajanya. - Rosianna Ayudisa (20) Karier dan kebahagiaan orang tua adalah segalanya bagi seorang Abyasa Baskara. Untuk urusan jodoh ia sudah menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta, ia selalu berdo'a untuk dipertemukan dengan seseorang yang baik untuk menjadi pendamping hidupnya kelak. - Abyasa Baskara (28) "Pak, saya mohon! Saya ini masih muda terus saya juga belum lulus kuliah." "Kebahagiaan orang tua itu segalanya bagi saya." "Terserah Bapak, deh! Yang pent ing kalau udah nikah Bapak jangan ikut campur urusan saya, jangan ngatur-ngatur saya, sama jangan ngekang saya! Oke?" "Nggak. Mana ada istri seperti itu?" "Tapi, Pak-" [Follow dulu biar ada Notif] 21/08/21: 🔖[1] #mahasiswa

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu