Act of Destiny

Act of Destiny

  • WpView
    مقروء 79,813
  • WpVote
    صوت 8,499
  • WpPart
    فصول 11
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: خميس, يونـ ٤, ٢٠٢٠
"Kata Eyang Putri, kalo udah gede nanti kamu jadi suami Nia." Gue mengangguk lagi. Nyonya Bayutama juga gue denger membicarakan hal yang serupa dengan Eyang gue. Seharusnya, ketika kita umur sepuluh tahun, dan ada orang yang memastikan dengan siapa nanti kita menikah, gue harusnya nangis, kabur, apalah aksi heroik lain untuk menyelamatkan diri gue. Tapi waktu denger tentang rencana ini, gue saat itu cuma... oke. Mungkin ini bukan ide buruk. Mungkin gue bisa kabur-kaburannya ntar dulu, setelah gue kenal sama siapa yang akan menjadi istri gue di masa depan. Atau mungkin, takdir memang bisa ditentuin sama orang-orang tua di kehidupan kami. Jadi gue cuma perlu melanjutkan apapun itu yang udah mereka pastikan. I just need to do an act of destiny. Jadi gue membalas kalimatnya dengan bertanya tak acuh. "Terus kenapa?" - Intersection's Spin-off -
جميع الحقوق محفوظة
#861
destiny
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Prenuptial Agreement
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Turun Ranjang
  • Jingga's Life
  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)
  • Mr. Right For Now
  • Way To You (END)

___oOo___ Nama gue Anindya, kalian boleh manggil gue Anin. Di usia gue yang ke 20 tahun, orang tua gue memutuskan untuk menjodohkan gue dengan anak teman mereka yang bernama Aqil. Gue enggak ngerti kenapa gue dinikahin secepat itu, atau mungkin selama ini gue telah banyak membuat mereka kerepotan? Tentu saja gue menolak, gue enggak kenal sama dia. Dan gue masih belum mau diikat dengan pernikahan. Ada pendidikan yang gue kejar mati-matian. Gue masih punya cita-cita yang tinggi.Tapi gue enggak berdaya di hadapan mama dan papa. Mau tak mau gue mengikuti kemauan mereka untuk menikah. Sama seperti rumah tangga pada umunya, ada banyak kesulitan yang harus kami lalui. Mulai dari di awal pernikahan yang penuh dengan rasa tegang dan kecanggungan, keraguan dan rasa takut. Semua ini sukses membuat kepala gue hampir pecah. Gue udah dipusingin sama tugas yang seperti bebatuan sungai, makin dibuat pusing dengan urusan suami dan tetek bengek rumah tangga sebagaimana ibu rumah tangga di luar sana. Dulu, gue sering bilang sama temen gue, kalau nikah Jadi mahasiswi sekaligus Istri itu berat! Dan ... benar. Kalian enggak akan kuat. Biar gue aja. ___oOo___ #1 dalam sastra wanita Tersedia di KBM, versi KBM beda ya gaes dengan versi wattpad, bedanya di sana lebih detail sebab ada banyak tambahan narasinya.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى