365 : It's about to Rain || Goodbye Notes

365 : It's about to Rain || Goodbye Notes

  • WpView
    Reads 294
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 2, 2018
Di setiap detakan jantung; setetes airmata; setelan kepedihan di tulang lehermu; kerdipan lentikan bulu matamu; sehirup napasmu, apalagi di setiap harimu... Akan kulukis engkau di antara jari-jari ini, akan kubawa dirimu hanyut di alam imajiku yang tak kenal pupus, dan di setiap huruf-huruf kecil yang tak bermaya ini, akan kuberikan kekuatan dari hatiku yang tulus. Ini kisah tentangmu dan banyaknya airmata yang tertumpah bagimu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Coffee Crush
  • The Disappearance of Butterfly
  • ROMANSA KATA
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Andai bisa
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines