365 : It's about to Rain || Goodbye Notes

365 : It's about to Rain || Goodbye Notes

  • WpView
    LECTURES 294
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 33
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., févr. 2, 2018
Di setiap detakan jantung; setetes airmata; setelan kepedihan di tulang lehermu; kerdipan lentikan bulu matamu; sehirup napasmu, apalagi di setiap harimu... Akan kulukis engkau di antara jari-jari ini, akan kubawa dirimu hanyut di alam imajiku yang tak kenal pupus, dan di setiap huruf-huruf kecil yang tak bermaya ini, akan kuberikan kekuatan dari hatiku yang tulus. Ini kisah tentangmu dan banyaknya airmata yang tertumpah bagimu.
Tous Droits Réservés
#604
airmata
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Andai bisa
  • ROMANSA KATA
  • You're Here, But Not For Me
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • RUMPANG RAMPUNG
  • AFORISME

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu