Rooftop [New!!]

Rooftop [New!!]

  • WpView
    Reads 205
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 23, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan lakuin hal yang bodoh." Ujar Maudy lembut. Cowok yang tengah berdiri di tepi rooftop itu terkejut, baru sekarang ada orang yang memedulikan dirinya. "Lo siapa? Gue ga kenal. Kenapa lo larang gue buat bunuh diri? Kenapa lo ada disini?" Tanya cowok itu panjang lebar. "Lo turun dulu dari situ." Pinta Maudy walaupun dia tidak mengenal cowok berambut cokelat gelap itu. Mata biru cowok itu bertemu pandang dengan mata cokelat pekat Maudy. Seolah tau apa yang cowok itu rasakan, Maudy langsung menarik lengannya. "Lo boleh ceritain apapun yang lo rasain. Gue tau lo belum kenal gue. Tapi seenggaknya anggap gue temen lo. Oiya gue Maudy. Lo siapa?" Tanya Maudy berharap cowok itu bisa mempercayainya meskipun mereka belum saling mengenal. "Gue Valdi. Gue suka kesini waktu lagi ada masalah." Jelas Valdi singkat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RASSYA [ON GOING]
  • Love & Lost
  • Asing kembali Asing🌜🌚
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Fragments
  • Let's Make A Happy Marriage
  • Possessed by You
  • First Sight

Follow dulu neng-neng geulis! Jangan serakah biar berkah. Cowok badboy, cuek, bersifat dingin, dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar layaknya kulkas berjalan itu memiliki masa lalu yang sulit hingga berdampak besar bagi kehidupan cowok itu. Hingga ia dijodohkan dengan seorang gadis nerd. Kehadirannya itu mampu merubah 180 derajat kehidupan seorang cowok yang dulunya terpuruk karena masa lalu, hingga sekarang entah mendapat keyakinan dari mana ia kuat untuk bangkit kembali hanya karena kehadiran si gadis nerd, perlu di garis bawahi, NERD. ~¤~¤~¤~ "Qeel," "Hm?" "Lo itu kayak matahari buat gue." Si perempuan menyipitkan mata menatap sejenak lawan bicaranya, lalu terkekeh pelan. "Kenapa?" "Karena semenjak kehadiran lo, lo selalu memberi kehangatan dan merubah hidup gue menjadi lebih cerah dari pada kehidupan gue yang sebelumnya. Mungkin kalo lo gaada, gue gabisa jadi kayak sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines