Kelana Rasa

Kelana Rasa

  • WpView
    Odsłon 693
  • WpVote
    Głosy 41
  • WpPart
    Części 15
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pon., sty 1, 2018
Pertama saya ingin memperkanalkan diri. Nama saya Rezha Triadi Putra duduk di bangku kelas XI SMA NEGERI 1 Campalagian. Saya menulis bukan karena saya punya imajinasi atau wawasan yang luas melainkan saya awalnya hanya bermodalkan nawaitu dan yang memotivasi saya dalam menulis puisi yaitu ayah saya yang notabenenya seorang sastrawan. Kumpulan puisi ini adalah bentuk perasaan yang disampaikan melalui sajak ataupum larik.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#196
pemimpin
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • ROMANSA MASA SMA
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Tuan Rasa [Completed]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • CINTA & LUKA PERTAMAKU [True Story] [END]
  • Complicated : kamu, kita dan skenario Tuhan
  • CintaMu RestuMu (completed)
  • Tentang Aku

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści