The Second Chance

The Second Chance

  • WpView
    Reads 39,054
  • WpVote
    Votes 3,552
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing2h 10m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2020
Meski lebih dari sepuluh tahun berlalu, laki-laki itu masih tersenyum dengan cara yang sama, dan ia juga masih memperlakukan Lily dengan cara yang sama. Jika dulu Lily menyimpan perasaan untuk Juna, apakah saat ini hati Lily masih miliknya? - Eliana Almira - Lebih dari sepuluh tahun yang lalu Lily adalah sahabat terbaiknya. Meski penampilannya tomboy dan tanpa hijab seperti sekarang, Juna menyayanginya lebih dari pacar-pacar yang memang tak terhitung jumlahnya. Jika penolakannya dulu membuatnya kehilangan perempuan itu, kali ini juna takkan melepaskan Lily untuk kedua kalinya. - Arjuna Putra Dewanto - *cerita murni fiksi imajinasi penulis
All Rights Reserved
#75
arjuna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pemuas Nafsu Keponakan
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi
  • Dua Helai Daun
  • Akhir Yang Terlewat [C]
  • Bumi
  • Selagi Bernama Kita
  • Ms. Sure [21+]
  • JAM PASIR

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel. Untuk adek-adek mohon jangan baca ini ya..... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Aku, Rina, seorang wanita 30 tahun, berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku sementara tinggal dengan kakakku dan keponakanku, Aldi yang berusia 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan, namun berubah menjadi mimpi buruk ketika Aldi menunjukkan perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Aku terjebak dalam perang batin antara rasa bersalah dan penyesalan, sementara bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi, tetap percaya bahwa segala sesuatu baik-baik saja. Ketika dia pergi meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Aku mencoba berbicara dengan Aldi untuk menghentikan siklus ini, tetapi perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuatnya semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan Aldi dan menemukan kedamaian, atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines