Sun : A bond between us

Sun : A bond between us

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 31, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Pria itu menari dengan lihai di atas panggung. Tak hanya itu, apabila orang orang mendengar ia menyanyi mereka akan terdiam dan memilih untuk mendengarnya. Sayangnya, para penonton tak dapat melihat wajah pria itu. Karena ia memakai topeng untuk menutupi wajahnya. Sama seperti 'dia'... 'Dia' yang selalu memakai 'topeng' 'Dia' yang hidupnya bagaikan sebuah drama Dan baginya dunia adalah sebuah 'panggung' Tak selamanya matahari dapat bersinar cerah.. Terkadang, awan bisa menutupi sang surya... ----- Salah satu cerita dari pertama project G.O.D, Mengangkat tema matahari ke dalam cerita yang kami buat. Dengan tema matahari, kami akan menunjuk 'kan sesuatu makna yang luas dengan tema ini. Dengan cerita yang berbeda-beda. Selamat membaca, semoga cerita kami dengan penuh perasaan hangat sehangat sinar matahari. #G.O.DProject
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • The Last Birthday With You
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • Lighter (REQUEST DI PROFILE)
  • Titik Yang Benar
  • You Are My Sunshine [Boboiboy Solar X Reader]
  • Moonlight

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines