Story cover for Ara by avi_aranay31
Ara
  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Oct 31, 2017
memikirkan mu adalah siksaan sekaligus penawar rindu bagiku.
 Mengingatmu sama dengan menusukkan duri dihatiku.

Pernah.
Aku pernah mencoba melupakan semua tentang mu, belajar membenci mu, berusaha untuk tak peduli.

 Namun...
semakin aku melakukannya, aku semakin menginginkan mu disini, semakin merindukanmu.
    
Masa demi masa telah ku lewati. Detik tak pernah mengizinkan menit berhenti. Mengenangmu semakin sering ku lakukan.
Bukan.
Bukan aku.
Teta pi Rasa ini. Tetapi  hati ini. Tetapi guratan luka ini. dan tetapi aku sudah memutuskan.

memutuskan memeluk segala jenis rasa
 Rasa sakit hati ku, rasa pilu jiwaku dan memeluk semua suka serta duka.

Semuanya.

Aku memutuskan menggenggam semua Duri itu, Ayah..
All Rights Reserved
Sign up to add Ara to your library and receive updates
or
#599masadepan
Content Guidelines
You may also like
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] by tiaxyl
28 parts Ongoing Mature
"Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You may also like
Slide 1 of 10
APRIL cover
Buku Harian Dan Sebuah Musim cover
Jika Nanti Aku Kembali cover
ROMANCE FROM HIGH SCHOOL cover
Take A Break cover
 Tentang Rasa (COMPLETED)  cover
My Fucking Complicated Heart cover
Always Loving You cover
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] cover
When his name is cover

APRIL

15 parts Complete

"Oadhira katahuilah aku tidak pernah mati dalam hidupmu.saat kau menangis untukku disitulah aku akan selalu tersenyum menatapmu dari kejauhan" April adalah cowok paling misterius yang pernah ku temui di bumi ini, entahlah aku selalu berfikir apakah ada manusia lain yang persis seperti dirinya di bumi bagian lain, yang pasti aku selalu ingin berhenti menangis ketika melihat dia senyum ke arahku yang sedang bersedih. "April aku tau kau kesakitan saat berusaha menghibur ku dalam tangis,tapi kenapa kau bertahan saat aku membelakangimu bahkan mengabaikan mu, apa kau sekuat itu untuk aku yang tidak tau diri ini" "Oadhira sejauh apapun aku darimu saat melihatmu terluka aku takluk,air mata mu seakan memanggilku untuk menghapusnya, jangan menangis untukku" "Aku oadhira manusia terbodoh " "Oadhira aku selalu merintih kesakitan tiap malam penyakit ganas ini ingin meranggutku darimu, tapi sampai detik ini kau masih berhasil mengalahkannya, setiap aku bangun pagi hari aku seakan terpanggil untuk menemuimu di sekolah"