Pisica Neagra

Pisica Neagra

  • WpView
    LECTURAS 247
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 12, 2018
Matanya mampu menghipnotisku. Mata yang memancarkan kelembutan dari dalamnya mampu memecahkan bongkahan es dihatiku. bolehkah aku berharap untuk bertemu dengannya lagi? oh tidak apa yang sedang kau fikirkan Ren? itu tidak mungkin. Hatimu sudah terkunci dan tidak akan terbuka sampai kapanpun.- Sweschnigova Eleanor Renata Raut wajah yang memancarkan kepanikan mampu membuat hatikiu bergetar, mata tajam yang ia berikan padaku seakan memyuruhku untuk menjauh darinya. Tidak, aku tidak akan melepaskan gadis itu. Aku akan mengejarnya dan berjanji akan menjadikannya milikku seutuhnya. Aku berjanji.- Noizel George Rougard Ren adalah seorang gadis dingin yang tidak memiliki teman dekat. Hanya kucing peliharaan Ren yang diberi nama Nono yang selalu menemani hariharinya. Pada suatu hari, Nono menghilang! Ren panik dan segera mencari Nono. Sementara sedang mencari, seorang pria telah mengembalikan Nono kepada Ren. Dan hari itu adalah hari pertama Ren bertemu dengan pria dengan jarak yang sangat dekat . Akankah Ren bertemu kembali dengan pria tersebut? Baca kelanjutannya
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • F A K E ? [End]
  • The Fate Of My Life (END)
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • HIGH SCHOOL LIFE (IND)
  • Arabella[END]
  • Rintik Hujan
  • about us and him ��✔️
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • HALOALKANA

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido