BACK TO YOU

BACK TO YOU

  • WpView
    Reads 2,407
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 24, 2018
Deskripsi sbuah kata "Rumah" untuk sebagian orang adalah tempat tinggal, diamana mereka tinggal dan hidup beraktivitas di dalamnya. Jika menyusuri makna mendalam dari kata itu lagi, "Rumah" adalah tempat dimana kita pulang. Zona aman dan nyaman bagi semua orang. Dan bagi Noemi, Lerry sahabatnya itu adalah "Rumah"nya, zona amannya tempat ia pulang saat lelah dengan segala sesuatu dalam hidupnya. Sedangkan bagi Lerry, Noemi, adalah dunianya, Oksigennya. Dimana ia dapat hidup jika berporos pada wanita itu. Ia tidak lagi memandang Noemi sebagai sahabat saat ia sadar benih cinta telah lama tersemai di jantungnya. Saat perlahan cinta bertopeng sahabat itu diretakkan oleh Lerry, apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya? Apa Noemi dengan senang hati menerima? Atau sebaliknya? Berjalan menjauh, meninggalkan "Rumah"nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • 𝐂𝐈𝐍𝐓𝐀 𝐋𝐎𝐊𝐀𝐒𝐈
  • SINCEIRITY ( REVISI )
  • Eliinaa
  • KING & QUEEN OF SCANDAL
  • Soulcation
  • Good Night and Sweet Dreams
  • PERMEN KAPAS (EDISI REVISI)
  • ASMARA AQEELA

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines