Waiting For Death

Waiting For Death

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 22, 2019
kematian pasti akan dialami oleh setiap orang. Tetapi, bagaimana jika kematian itu bisa di prediksi oleh kita? Akankah kita akan tetap semangat untuk hidup atau menantikan perlahan-lahan kematian tersebut?
All Rights Reserved
#799
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FADING IN THE SILENCE
  • Sudut Memori
  • Just Friend
  • I HATE YOU BUT I LOVE YOU (END)
  • (TELAH TERBIT) Penulis yang merancang kematian tokoh utamanya.
  • FRIENDzone (Completed)
  • Our Story Begins
  • Destiny
  • DETECTIVE HUSBAND
  • ANNA [completed]

"Bagaimana rasanya hidup tanpa rasa sakit... tetapi justru perlahan menuju kematian?" Aku Evelyn, gadis tanpa rasa sakit. Seberapa hancur tubuhku, aku tak pernah tahu bagaimana rasanya nyeri. Tulangku bisa retak, kulitku bisa lebam, tapi semua itu tak berarti apa-apa. Namun, hati... itu berbeda. Luka di tubuhku tak terasa, tapi luka di dalam sini-di tempat yang tak terlihat-terus menganga tanpa henti. Aku mungkin kebal terhadap rasa sakit fisik, tapi tidak dengan kesepian, penyesalan, dan rasa tak diinginkan. Karena ternyata, ada hal yang tidak lebih menyakitkan daripada tubuh yang remuk-hati yang perlahan hancur tanpa pernah bisa sembuh. "Aku sudah mati, tapi tubuhku tidak di kuburkan karena masih bernyawa." ---- Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi belaka. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian, itu hanyalah kebetulan semata. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak mana pun. Cover by: canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines