Jadi, ini Cinta ?

Jadi, ini Cinta ?

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 1, 2017
Pertemuan demi pertemuan kita lalui tanpa canggung, bahkan selalu biasa saja tak ada apapun. Kita teman kita hanya teman tak ada kata lebih dari itu selalu yang aku pikirkan setelah pertemuan entah kesekian kalinya. Aku selalu meyakinkan diriku sendiri bahwa tak ada rasa lebih sedikitpun dari seorang teman. Hari demi hari minggu demi minggu bahkan bulan demi bulan pun sebuah pertemuan itu semakin sering, dan sebuah kabar melalu pesan singkat pun tak pernah absen dalam alat canggih yang ada dalam genggaman. Kau tak bosan? Kataku. Dan kau selalu menjawab Tidak aku tak akan pernah bosan. Entah apa yang membuat semakin intens. Heran, kenapa tak kehabisan kata untuk memulai sebuah pesan singkat yang selalu kau kirimkan melalui alat canggih yang selalu ada digenggamanmu itu?
All Rights Reserved
#5
herlina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • flashback~
  • kisah kita
  • Maybe It's You(?)
  • Menunggu tanpa kepastian
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • NOESIS [END]
  • di akhir perang

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines