Delapan Jiwa

Delapan Jiwa

  • WpView
    Reads 1,298
  • WpVote
    Votes 251
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 21, 2021
Kata orang, mereka gila, mereka tak waras, mereka tak normal, mereka aneh dan sebagainya. Sesungguhnya mereka waras, hanya saja sedikit berbeda. ○ ○ ○ Delapan Jiwa yang mengenal satu sama lain sejak menjadi embrio hingga mereka keluar dari 'lobang surga dunia' dan terjalinlah suatu hubungan yang tak terpisahkan. Apa jadinya jika delapan manusia kurang waras menjalin persahabatan? Mungkinkah dunia akan gonjang ganjing tak karuan? Entahlah.. tapi rasanya itu tidak mungkin terjadi. Hidup mereka yang terlalu receh untuk di baca, dan konflik serta pertentangan yang terlalu sulit untuk dimengerti. Ikuti kisah mereka di Delapan Jiwa
All Rights Reserved
#121
garing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • Perfect Two✔
  • Middlemost | ENHYPEN ✔
  • Troublemaker's
  • Tersimpan di Hati [Terbit]
  • The Second Chance
  • CAUSE I'M A NERD ! [END]

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines