My Bad Boy-[REVISI]

My Bad Boy-[REVISI]

  • WpView
    Reads 1,658
  • WpVote
    Votes 127
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 30, 2018
[PINDAH LAPAK! HASIL REVISI SUDAH DI PUBLISH!] Silahkan cek profil. Judul》 Trip And Memories in Bandung ....... "Lu pengen pacar yang kayak gimana?" "Yang alim" "Cari pacar yang alim? Sama aja lu nyari BABI yang halal" "Lah lu sering ngaku-ngaku alim. Terus lu pacar gua, nah berarti lu BABI dong?" "Gak gitu juga kali!" Dunia akan kacau jika mereka bertemu. Dan dunia akan hampa ketika mereka saling pisah. So? Diapain nih? Serah readers... author ngikut permintaan readers (terima saran dan komentar) Psstt... jangan promo story disini. Oce? OskadolOceee!!
All Rights Reserved
#381
goodboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • My possesive boyfriend
  • 9+
  • To Be Honest [EUNBO]
  • MY HUSBAND BULE (COMPLETED)
  • "DOMINO II" [ COMPLETED ]
  • Pushy Boy (Cowok Pemaksa) END
  • ON SIGHT (Completed)
  • My Medit Boyfriend{Completed}
  • Gone(✔)🔚

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines