FATWA CINTA

FATWA CINTA

  • WpView
    Reads 7,011
  • WpVote
    Votes 339
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 8, 2018
Aku selalu dipengaruhi oleh quote-quote yang menyebar di media sosial; "Nggak ada persahabatan antara perempuan dan laki-laki tanpa salah satunya yang jatuh cinta!" Aku tidak pernah berpikir akan jatuh cinta kepada sahabatku sendiri. Dan aku, cukup sentimentil jika berbicara perihal cinta. Karena cinta bagiku itu adalah menghalalkan yang dicinta. Lalu, sampai kapan hubungan kami akan terus seperti ini? Aku tak pernah tahu. Tapi aku pernah mencoba menjauh darinya. Dan hasilnya, dia cukup tak nyaman dengan perubahanku. Akhirnya, aku memutuskan untuk tetap menjaga silaturrahim asal masih sesuai zona yang diperbolehkan. Cinta itu butuh satu frekuensi yang sama jika ingin tetap langgeng. Adam Suyuti
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antagonis
  • Nirwana
  • HALOALKANA
  • ARGANTA (END)
  • Upside Down
  • •TAKDIR•
  • From a friend to lover?
  • Friendzone
  • Friendzone | END |
  • ♚BEST FRIEND ZONE♚
Antagonis

Pertengkaran hebat antara hati dan logika tidaklah mudah, memunculkan egois yang terus bergerak meronta dalam diri. Melangkah dengan kaki penuh luka di atas jalan berduri, memeluk kepastian dengan kesakitan yang terdalam. Menarik raga yang hanya bisa diraih, hati yang kosong pergi menjauh dan tidak peduli. Tersakiti, bukan hanya mereka saja. Hati terus merasakan sakit tanpa henti. Menuliskan takdir yang begitu lucu pada kisahnya. Termenung, menyadari jika semuanya salah. Tetapi tidak ingin mengakhiri. Hanya ada kata maaf dan terima kasih yang terucap. Maaf karena memaksakan hati dan terima kasih sudah mau menerimanya dengan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines