Pelukis Bintang

Pelukis Bintang

  • WpView
    Reads 1,361
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 25, 2019
WpInfo
Poetry
Tagspuisi
aku pernah mencintaimu saat pertama aku melihatmu, tapi dengan berjalannya waktu aku sadar bahwa dirimu takkan pernah menjadi milikku, Ternyata langkahku air mataku, Ternyata hidupku kesedihanku, Ternyata kebahagiaan itu hilang,Ternyata cintaku hilang,Kebahagiaanku, Hujan apakah itu? Awan apakah itu? Hitam pekat tak mampu melihat, Syair apakah itu? Begitu indah lantunannya, Syair apakah itu? indah di telinga, hati sakitnya, Baru ini tak kuatku, Baru ini tak sanggupku, Baru ini tak tegarku, Baru ini tak semangatku, Bodohku tak pahamku, Bodohku tak mengertiku, Bodohku tak tauku, Bodohku telah membacamu, Bodohku memintamu.."MAAFKAN AKU" (ASMARA TERINDAH)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diam
  • JUst foR YoU ❤️
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Rindu Tanpa Lafaz
  • Dia Semesta
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • • EUTANASIA •
  • My Destiny
  • I WONT GIVE UP
Diam

Diam bukan berarti bungkam Karena diamku berontak Karena diamku menolak Karena diamku menanti Karena dengan diam, aku meminta izin pergi **** Tak memaksa membaca, sebab bacaan perihal rasa Bila sudah nyaman Tetap posisikan pada zona aman Jika mendapat makna yang membekas, tak perlu menyelesaikan lekas-lekas Bila kopimu dingin menunggu, sungguh aku tak bermaksud begitu Baiklah, ucap pamitku agar tak pekat bosanmu --SajakDN

More details
WpActionLinkContent Guidelines