I'll Be

I'll Be

  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing1h 10m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 26, 2017
"Aku harus memulainya dari awal kembali, bukan?" Jalanan di sini sungguh tampak berbeda dengan yang ada di kotaku. Jangankan jalanannya, pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berlalu lalang juga menunjukkan sebuah perbedaan yang aku sendiri merasa terasingkan untuk berdiri ditengah-tengahnya. Barangkali semua itu akan terasa akrab disaat diri ini mulai menyadari bahwa aku sudah dewasa. Sudah sangat pantas untuk mengerti dengan apa yang membuat kita tumbuh. Bercengkrama dengan teman-teman lama. Bahkan sekedar mengucapkan salam. "Hai!" Mengenakan setelan baju yang membosankan setiap harinya. Merasa diri ini sudah melakukan hal-hal besar dengan memandang anak-anak kecil yang pergi sekolah sebagai sesuatu yang langka. Memperhatikan cara berjalan, berdandan, berbicara, bertegur-sapa, dan beberapa hal yang membuat kita sibuk sebagai orang dewasa. Ah, aku berharap kalian yang bercengkrama bisa merasakan apa yang aku rasakan.
All Rights Reserved
#206
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sihir Itu Aku?
  • Naskah Yang Tidak Pernah Usai
  • Salju Sungai Seine
  • Semesta bersama Ziva
  • TAKDIR YANG KU JAGA
  • Cool Boy And Miss Galau
  • My Protector Not My BodyGuard
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi

Araya Zalfa Hafizah adalah seorang remaja yang suka berpetualang dan dikenal pemberani. Suatu hari, saat mengikuti kegiatan study tour yang diadakan sekolahnya, Araya-atau biasa dipanggil Raya-secara tidak sengaja menemukan sebuah rumah tua yang terletak jauh di kedalaman desa. Rasa penasarannya muncul. Bagaimana mungkin ada sebuah rumah terpencil, jauh dari pemukiman lainnya? Dengan hati-hati, Raya memutuskan untuk masuk. Anehnya, rumah itu kosong melompong. Tidak ada apa pun kecuali sebuah meja yang berdiri tepat di depan pintu masuk. Raya mendekati meja tersebut. Betapa terkejutnya ia saat melihat banyak tombol-tombol aneh yang sama sekali tidak ia mengerti fungsinya. Tanpa sengaja, salah satu tombol ia tekan. Sekejap kemudian, lantai di bawah kakinya bergetar hebat. Raya terperanjat. Ternyata lantai itu adalah bagian dari sebuah mesin waktu! Mesin itu pun membawanya pergi-ke masa depan. Setibanya di sana, Raya kembali terkejut. Dunia masa depan bukanlah seperti yang ia bayangkan. Di sana, sihir dan teknologi tidak berjalan berdampingan-justru saling bertentangan. Kini, Raya harus menentukan jalan yang akan ia pilih. Akankah ia berpihak pada teknologi? Ataukah ia akan memilih sihir? Tidak ada yang tahu... kecuali kamu, yang mengikuti kisah petualangannya dalam cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines