I'll Be

I'll Be

  • WpView
    LECTURES 248
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture1h 10m
WpMetadataNoticeDernière publication dim., nov. 26, 2017
"Aku harus memulainya dari awal kembali, bukan?" Jalanan di sini sungguh tampak berbeda dengan yang ada di kotaku. Jangankan jalanannya, pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berlalu lalang juga menunjukkan sebuah perbedaan yang aku sendiri merasa terasingkan untuk berdiri ditengah-tengahnya. Barangkali semua itu akan terasa akrab disaat diri ini mulai menyadari bahwa aku sudah dewasa. Sudah sangat pantas untuk mengerti dengan apa yang membuat kita tumbuh. Bercengkrama dengan teman-teman lama. Bahkan sekedar mengucapkan salam. "Hai!" Mengenakan setelan baju yang membosankan setiap harinya. Merasa diri ini sudah melakukan hal-hal besar dengan memandang anak-anak kecil yang pergi sekolah sebagai sesuatu yang langka. Memperhatikan cara berjalan, berdandan, berbicara, bertegur-sapa, dan beberapa hal yang membuat kita sibuk sebagai orang dewasa. Ah, aku berharap kalian yang bercengkrama bisa merasakan apa yang aku rasakan.
Tous Droits Réservés
#416
romantis
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Salju Sungai Seine
  • Bumi
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi
  • [C] | PENAT |
  • Para Bedebah Tua
  • TAKDIR YANG KU JAGA
  • Jangan Berpaling Dariku
  • Cool Boy And Miss Galau

Amara, gadis cerdas dari panti asuhan yang berhasil meraih beasiswa studi lanjut ke Sorbonne Paris. Dalam perjuangannya beradaptasi tinggal di Perancis dan menyelesaikan studi, Amara selalu dibayangi peristiwa masa lalu paling menyakitkan sepanjang hidupnya. Dia harus pergi jauh, tapi rindu yang bertalu pada sosok ibu selalu mengantarnya pada bayang kelam itu. Keindahan dan eksotisme tempat-tempat di Perancis menjadi pengantar cerita dan terjalin dalam konflik yang manis. Tetangga kamar apartemennya yang gay, sahabat baiknya yang samenleven, stigma buruk tentang Islam dan jilbab, dan berbagai macam pemikiran di Sorbonne, kampusnya menimba ilmu. Di negara Napoleon Bonaparte yang sangat modern namun klasik itu Amara bicara dalam kesederhanaan fitrahnya; tentang hak asasi, feminisme, kesetaraan gender, dan universalisme Islam. Hingga ketika seorang pemuda datang memberi penawar luka, dia bimbang menerimanya. Ada rahasia yang disembunyikan Amara, yang membuatnya ragu-ragu mengizinkan laki-laki memasuki ruang spesial di hatinya. Kisah pahit masa lalu itu sangat menghantuinya. Namun, bukankah hidup harus terus dijalani?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu