"R"emarkable For Love

"R"emarkable For Love

  • WpView
    Membaca 441
  • WpVote
    Vote 76
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 28, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
Bagaimana....salah atau tidak?saat hati yang terbengkalai memilih untuk segera menyerah? Perlahan dan pasti hati menutup semua jendala dalam ruang nya,bahkan mengunci semua pintu bagi mereka yang ingin mencoba untuk masuk. Aku sempat berfikir,mengapa masih ada saja luka hati saat kita mencintai dengan baik,dengan tulus,dan dengan sabar.... Awal nya,aku tidak pernah peduli dengan hal itu.Aku seolah membujuk hati agar tetap tertuju pada dia,mendamaikan hati dengan "semua" apa yang telah ia balas kan. "Semua?" Hahaha... terlalu lucu rasanya membaca kalimat di atas,karna bahkan untuk satu balasan ketulusan hati pun aku tidak pernah merasakan dari dia. Jangan kan berbalas,bahkan aku pun tidak yakin,satu detik saja apakah dia pernah sesekali memikirkan aku. Tapi perlahan... Aku coba membiasakan hati,pelan-pelan terbiasa tanpa harus memikirkan tentang semua ini. Hingga pada saat ini,aku merasa berhasil melupakan dia yang terdahulu. Mungkin,memang benar. segala sesuatu yang bukan jalan nya,memang tak pernah bisa berjalan sekuat apapun di paksakan. Semoga, Kamu disana menemukan orang yang tepat. Dan semoga, Aku disini bisa bertemu dengan seseorang yang membantu ku memudarkan luka,dan bisa lebih menghargai sebuah usaha hati. Aku percaya,Allah tidak akan pernah salah memasangkan kepada siapa hamba-Nya nanti akan berbahgia,dan semua ketulusan akan di balas dengan ketulusan. siapapun nanti nya yang datang,aku harap ia bisa lebih banyak melukis senyum dari pada sekedar menggores luka. Akan kah yang diharapkan datang? Entahlah...hanya Allah yang tau. Satu hal yang selalu aku ucapkan "Semoga".
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#27
better
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Full Of Scratches
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Sekali Lagi (End)
  • Cerita Tentang Kita
  • The Bleeding Lady [completed]
  • You're Here, But Not For Me

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan