Sayap Kanan

Sayap Kanan

  • WpView
    Leituras 905
  • WpVote
    Votos 85
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, ago 19, 2018
WpInfo
Não Ficção
Bagaimana bila engkau dihadapkan pada dua pilihan yang sama sekali tak mendatangkan kebahagiaan bagimu..? Bagaimana engkau memposisikan dirimu seorang wanita yang utuh hanya dari pandangan fisik...? Bagaimana engkau bertahan dalam keterpaksaan hingga membuatmu bertahan namun perlahan tersungkur. Saat kau lihat diluar sana orang lain bahagia.. sukses..punya segala apapun yang mereka impikan.. Sementara engkau..? Hah..!! Terjebak dengan satu pilihanmu sendiri yang menjahiliyahi angan dan harapan semua orang yang menyayangimu. Ini kisahku...! saat aku memaksa diriku sendiri untuk mematahkan sebagian dari sayapku.. Hancur..? Lebur..? Apakah bisa aku terbang dengan hanya satu sayap itu..?
Todos os Direitos Reservados
#61
kekangan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Berbagi Suami || Terbit dengan Edisi Terbaru
  • Love that is hard to express
  • HAL :The Best Mama
  • You're Here, But Not For Me
  • TAKDIR ALYA

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo