Kita berbeda

Kita berbeda

  • WpView
    LECTURAS 365
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 17, 2020
"Ya udah,, lo jangan lupain gua ya. Jangan sampai kita lost contact oke. Kalo disana lo nemu temen cowo, lo harus ceritain ke gua, lo juga harus ceritain hari - hari lo tanpa gua, jangan telat makan, jangan kel-" kata Rey terpotong oleh Milna "Lo bawel banget sih Rey, jadi makin sayang dehhh" potong Milna lalu memeluk Rey erat. Rey membalas pelukan Milna. "Jangan lupain gua ya, tetep jadi Milna yang gua kenal, jangan berubah oke" kata Rey sambil mengelus lembut rambut Milna. "Makasih udah selalu ada disamping gua,, gua pergi bye Rey" kata Milna sambil menghapus air mata yang sudah meluncur dipipinya. "Lo hati - hati ya, jangan nakal" kata Rey sekali lagi memeluk Milna.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tepi Lintang
  • Noda Masa Lalu (TAMAT)
  • Until I Found You [END]
  • Marriage With Benefits (Tamat)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Should be Remember
  • CINTA YANG NYATA
  • Bersaing dengan Masalalu
  • TerraCotta (Completed)

Lintang telah memilih jodohnya sejak dini. Di ulang tahunnya yang kesembilan tahun, Lintang mengarahkan telunjuknya pada sosok Sadam Aisena Salim. Dan di hari itu pula kehidupan Sadam berubah total. "Ma, Pa, Lintang mau menikah dengan dia!" Sadam terdiam di tempatnya. Menatap anak sembilan tahun itu dengan tatapan horror. Tawa juga tepuk tangan keluarga besar justru semakin mengurung Sadam dalam ketakutan. Guyonan kedua keluarga besar membuat Sadam terasa semakin tercekik. Hingga di usianya yang sudah cukup umur, Sadam memilih untuk melarikan diri ke luar negeri. Menghilang dan melupakan kehadiran mimpi buruk yang selalu menghantunya dalam wujud anak kecil dengan gigi ompong. Sejauh apapun ia berlalu, guyonan aneh itu terus menghantuinya. Sampai Sadam memutuskan untuk kembali. Ia bertekad untuk mengakhiri semua mimpi buruknya. ia harus mengakhiri guyonan keluarganya yang tak berhenti meskipun itu sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Namun ada yang aneh, ketika Sadam ingin berhadapan dengan mimpi buruknya ia justru bertemu dengan seorang bidadari? "Siapa?" "Ini saya Sadam. Calon suamimu." "Ah... anak cengeng itu?" "Huh? Anak ... cengeng?" Untuk kedua kalinya, Sadam dibuat tak berkutik oleh Lintang Biru. Namun kali ini kenapa rasanya ada yang aneh? Seharusnya tidak seperti ini!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido