Jika Rumah Bukan Tempat Pulang

Jika Rumah Bukan Tempat Pulang

  • WpView
    LECTURAS 28,619
  • WpVote
    Votos 2,075
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 28, 2026
Arle tak pernah lagi merasakan kehangatan di rumahnya. Pertengkaran dan tekanan orang tua selalu menghiasi hari-harinya hingga ia mulai terbiasa melakukan tindakan buruk, yang anehnya selalu berhasil membuatnya tenang. Hingga ia bertemu dengan Zenith, seorang berandalan yang punya luka sama seperti dirinya. Rumah yang hancur itu membuat mereka bersatu, menciptakan dunia mereka sendiri. Namun, dunia itu mulai retak saat Arle menyadari satu hal: Zenith adalah teka-teki dan setiap jawaban yang ia temukan justru membawa Arle pada pilihan yang mengerikan. NOTE: MENGANDUNG BEBERAPA ADEGAN SELF HARM DAN KEKERASAN FISIK, HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN! ARLE CEWEK, ZENITH COWOK YAA 😭🫵 start: 20 Juli 2025 end: - copyright©2025 by Diana
Todos los derechos reservados
#205
zenith
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nathalea
  • HIDDEN I (The End)
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Yang Kusebut 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 [ ENDING ]
  • ALISYA
  • Semua Tentang Luka [ END ]
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido