Catatan Hati yang Abadi (SELESAI)

Catatan Hati yang Abadi (SELESAI)

  • WpView
    Reads 5,604
  • WpVote
    Votes 453
  • WpPart
    Parts 74
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 27, 2017
Hati tak bisa disalahkan, mengapa aku harus mencintaimu padahal aku tahu bahwa aku takkan pernah bisa memilikimu selamanya?. Hanya rasa sakit dan kecewa yang dapat dirasa, menerjang semua amarah yang tak terlampiaskan dalam jiwa.
All Rights Reserved
#47
menyentuhhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Ikhlas dan Bahagia
  • Andai bisa
  • Relung Hati
  • ARCHI
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Curahan Hatiku
  • Almost.
  • Rintik jadi Luka
  • AGRAN
  • Hati Ini Juga Milikmu
  •  Rasa Tanpa Nama
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Ungkapan Perasaan.
  • Hanya Saja

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines