Ia dijauhi, dihina, dan dicampakkan. Namun hatinya tetap suci. Ialah orang yang akan mengubah pandangan kolot para Angels, yang selalu membedakan kasta dari kemampuan.
"Lo itu seperti api. Jangankan untuk gue peluk, buat nyentuh aja gue harus ngerasain sakit yang luar biasa. Dan apa karena nama gue Angin, jadi lo anggep gue seperti hembusan udara?"
-Angindita-
"Hilangkan perasaan lo itu. Kita ini hanya berteman. Dan selamanya akan menjadi teman."
-Elang Damis Ardiyo-
Akankan ucapan Elang selalu konsisten hingga nanti? Apakah benar Elang hanya menganggap Angin sebagai temannya saja?
Ikuti cerita Elangin agar tau bagaimana perjalanan kisah mereka.