Rimba Renung

Rimba Renung

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Nov 4, 2017
WpInfo
Non-fiksi
❝Aku nggak mau hidupku ada turun-nanjak. Memangnya polisi tidur?❞ Bocah, bisik teman-temannya. Bandel, tegur guru-gurunya sembari mengurut kening. Sampah, sentak hatinya. Ini renungan seorang penulis yang gemar bersenandika dan menumpahkan isi hati di sela penggalan kata dan kalimat. Berpuisi dalam batin, sementara gamang melepas belenggu. Ia tegar, tapi lebih rapuh daripada kaca.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Temporary |End|
  • Algara & Namira ✓
  • PENANTIAN
  • Diary
  • PERLINA
  • Aksara Tak Bertuan
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Sekar Saka

Reyhan Alkantara "Biarkan angin ini menerpa kehidupan yang penuh akan kebahagiaan, kebahagiaan yang hanya sementara kita rasakan. Namun, setiap hembusan angin yang menerpa, aku mencoba untuk mengikhlaskan apa yang telah datang dan akan pergi layaknya daun yang melekat pada pohon dan diterpa angin untuk gugur." Hana Almeera "Jika hidup ini penuh dengan hitam putih, maka pelangi yang membuatku tersenyum semangat, karena warna indahnya yang datang setelah hujan, dan kamu hadir ketika hujan telah redah. Jika aku akan pergi seperti pelangi yang hanya nampak sementara, ikhlaskan seperti halnya angin yang telah mengajarkanmu arti itu semua." Dikuatkan oleh semesta, didewasakan oleh keadaan, dan dibahagiakan oleh seseorang yang belum pernah mereka temukan. Adakah yang masih mereka harapkan? Datang dan akan pergi. Ada. Namun, akan kah kembali? Akan kah putus asa ketika semesta mengajaknya bercanda?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan