Story cover for PELANGI by ian_ia
PELANGI
  • WpView
    LECTURES 381
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Chapitres 6
  • WpView
    LECTURES 381
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Chapitres 6
En cours d'écriture, Publié initialement nov. 04, 2017
Cerita tentang kehidupan Hani, cewek yang biasa aja. Semenjak dia tumbuh menjadi remaja hidupnya semakin penuh warna kaya pelangi yang sering menghiasi langit. Kebahagian, kesedihan, kehancuran, percintaan, persahabatan dan sebagainya. Semuanya bercampur menjadi satu yaitu jalan atau hidup takdir Hani yang belum menemukan titik ujungnya.

Cerita ini di kemas dan dipasarkan sampai kepelusuk negeri :v 
Bisa dibaca sampai kalangan umur berapa pun!!! (Kecuali sama anak dibawah 5 tahun)

Tapi ada kekurangannya : 
- Bahasanya campur kaya es campur "enak dong :)"
- Typo bertebaran "Kaya hatiku"
- Gaje "itu pasti"

Coba dulu dibaca kalo aja kepincut.

Jangan lupa ya buat vote + comment dan taruh di perpustakaan kalian.

Paipai.....
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter PELANGI à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat, écrit par zei_llyn
18 chapitres En cours d'écriture
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
 ANATHA , écrit par aleava14
15 chapitres Terminé
' Suka dan Lara adalah sebuah fakta dimana kata itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. kadang manusia bahagia, terkadang juga menderita. seperti roda yang berputar, kadang berada di atas memandang kebahagiaan dan terkadang dibawah menjalani penderitaan. tak selamanya bahagia dan tak selamanya menderita. ' " Hidup lo jauh lebih beruntung dibanding gue! gue capek! gue sakit! gue tersiksa! gue lelah!. lelah menjalani dan menghadapi semuanya, sakit kalau harus bertahan menyerah pun percuma udah terlanjur sakit. apalah daya? gue hanya seorang manusia biasa yang mungkin Tuhan sedang menghukum gue" Lirih nya ~~~ Anatha Putri Azriel ~~~ " Ingat! lo masih punya gue, gue siap bantu lo, gue terima lo apa adanya dan gue bakal Perjuangin lo! lo gak sendiri didunia ini. Percaya lah! semuanya akan indah pada waktunya. " ucapnya ~~~ Rakana Lee ~~~ Gadis dengan sejuta cerita kelam membuatnya dihantui setiap saat. menyembunyikan luka dan menanggung beban derita membuatnya terbiasa dengan masalah yang datang seiring berjalannya waktu. Disaat itu Tuhan mempertemukannya dengan laki-laki yang ikut masuk dalam masalah Anatha. Apakah Lee mampu memperbaiki dan menyelesaikan masalah Anatha? Ataukah malah ikut terjerumus dan terjebak dalam masalah Anatha? Baca aja langsung kalo mau tau kelanjutan ceritanya,,, Yuk mampir ke cerita pertama akuu,,,, Quotes ada di " SEBUAH UNGKAPAN DARI SEBUAH RASA " follow and follback " JULEHA014" baca juga ceritanya. semoga kalian suka: ^ selamat membaca happy Reading:^
GREENSTA [END], écrit par angietsania_
73 chapitres Terminé
SUDAH TERBIT! TERSEDIA DI ONLINE SHOP 115k!! DAN TERSEDIA DI KARYAKARSA! "Aku memutuskan untuk mencintainya, jadi aku harus siap untuk menerima segenap luka yang akan ia ciptakan." -Grista Gabriel- "Lo udah gak cantik, gak punya akhlak dan kali ini lo udah gak suci dimata gua!" "Inget Gris! Gua akan buang lo setelah gua puas buat lo menderita!" "Aku menghemat seluruh napas dan ludahku, hanya ingin untuk bertukaran dengan mu, Grista." -Green Affando- Ini kisah kami, dua insan yang bertahan selama 365 hari. Bukan sekadar satu tahun biasa, tapi tentang bagaimana aku bisa bertahan dengan sikapnya yang berbeda dari pria lain. Bagaimana ia tetap mempertahankanku meski menciptakan suasana yang begitu membosankan. Dia mendiamkanku, menciptakan luka, dan mematahkan cinta yang telah kurangkai. Bertahan dengannya tak pernah mudah. Ia meninggalkanku dengan orang lain, tapi saat aku ingin pergi, dia justru semakin menyakitiku. Semakin lama bertahan, semakin besar luka yang kuterima hingga sulit kuselesaikan. Ketakutanku akan kesendirian malah menghancurkan hidupku, penuh air mata. Ini bukan kisah cinta yang indah. Bukan tentang pria yang melindungi wanitanya. Bukan cinta yang tulus, setia, atau bebas rahasia. Bahkan hukum alam dan negara seakan ingin mengakhiri semuanya. Mencintainya membawaku dekat pada kehancuran sekaligus memberiku kekuatan untuk bangkit dan melihat dunia dengan mata baru. Di balik kisah yang penuh luka ini, tersembunyi rahasia gelap yang menanti terungkap. Seseorang di antara mereka terlalu mahir menyembunyikan niat jahat-merancang kehancuran di balik topeng pesona. Saat malam menjadi saksi, jejak darah dan kebohongan perlahan terkuak. Namun, tak ada yang benar-benar tahu siapa dalangnya. Ini bukan sekadar kisah cinta yang rumit, tetapi perjalanan menuju kebenaran yang menakutkan. Di antara Grista, Green, atau bayangan yang mengintai mereka, tersembunyi sosok dengan hati iblis yang siap menghancurkan segalanya. WARNING [18+]
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
 ANATHA  cover
GREENSTA [END] cover
Rasa Tanpa Kata cover
PMR Story (Selesai) cover
Rasa Yang Hilang cover
Sour Seventeen  cover
KALAH UNTUK BAHAGIA cover

ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

18 chapitres En cours d'écriture

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***